Catatan Minggu 3 : Use Case Diagram dan Activity Diagram – ADBO

Catatan ini ditulis untuk kepentingan mata kuliah ADBO yang diampu oleh Bapak Eric Sugiarto S.SI., M.Kom.

Minggu lalu saya mencatatkan tentang RUP, dimana RUP menggunakan UML untuk penggambaran dan design sistem. Nah Kali ini akan saya jelaskan secara lengkap apa saja yang diajarkan oleh Bapak Eric di kuliah selanjutnya yaitu mengajarkan tentang Use Case dan Activity Diagram, dimana kedua hal ini cukup membuat saya tertarik, karena ternyata ada cara mudah untuk menjelaskan konsep sistem program selain menggunakan flowcart dan lebih simple, yaitu menggunakan Use Case itu sendiri. Mari Kita lihat sebentar di bawah ini.

UML Flowchart

Bisa dilihat bahwa secara konsep, Use case menjelaskan secara garis besar bagaimana antar sistem atau individu saling berinteraksi dan apa saja yang bisa dilakukan oleh masing-masing individu atau sistem yang ada, sedangkan flowchart berfokus pada langkah-langkah detail yang dilakukan oleh sistem. Memang tidak bisa dibandingkan, tetapi flowchart memiliki kelemahan, bedasarakan beberapa sumber yang saya pelajari, seperti disini, disini, dan juga penjelasan serta diskusi terbuka pada programmer disini, flowchart tidak bisa mendapatkan event dan juga tidak mendukung notasi dari konsep OOP atai sejenis. Saya cukup kaget dengan hal ini, karena ketika Bapak Eric menjelaskan, bagi saya, “seakan-akan” sama antara flowchart dan activity diagram, walau dalam penerapannya, dia menjelaskan bahwa ketika sebuah “use-cases”(lihat disini) butuh untuk dijabarkan, maka menggunakan activity diagram.

Di Minggu ketiga ini, Bapak Eric tidak menjelaskan terlalu banyak mengenai penggunaannya tetapi lebih mengarah kepada bagaimana penerapan dari use-case dan activity diagram ini, serta berdiskusi bagaimana cara penggunaannya, jadi tidak begitu banyak yang dibahas, tetapi saya hanya memperhatikan bahwa ada hubungan dengan catatan minggu pertama (Yang sayannya saya tidak mencatat)..

Sebenarnya dari sini saya melihat bahwa design sistem lebih membutuhkan keahlian dibandingkan kita melakukan coding program (Karena saya orang Sistem Informasi), tetapi di sisi lain saya ada berpikir dengan pernyataan dari salah satu dosen SIB saya, yaitu Bapak Jonie Hermanto A.Md. , S.Kom., (Calom M.Kom. Sedang menempuh S2, tetapi beliau sudah malang melintang di dunia IT lebih dari 10 tahun dan berhasil membuat sebuah propiertary software ERP jadi beliau orang terapan, tidak terlalu mempedulikan gelar <=== But I like this kind of guy, ga cuman teori doang, biasa dosen sukanya teori doang), yaitu, “Lebih baik berkutat dengan sistem lebih lama dibandingkan berkutat dengan coding, karena melakukan coding membutuhkan effort  lebih dibandingkan dengan design sistem dan analisanya, karena seringkali banyak programmer hebat gagal, karena sistemnya yang bobrok, bukan programnya.”. Ini adalah salah satu hal yang membuat saya tertarik lebih dengan mata kuliah ADBO ini.

Kembali ke masalah Use case dan Activity diagram, kita bisa lihat di bawah ini komponen dari use case dan juga activity diagram

usecase

Use Case Component

ActivityDiagram

Activity Diagram Component

Itulah semua bagian dari atau jenis-jenis komponent pembentuk dari Use case dan juga Activity Diagram. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kedua hal tersebut adalah tata cara menggambarkan design sistem dengan tertata, menarik, mudah dimengerti, support pararelism, dan support event driven.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s